be_like_bee

cintaku… dari waktu ke waktu (3)

Posted by: belikebee on: Maret 10, 2009

ini cintaku usia 19 pekan, sudah semakin besar, beratnya sekitar 600 gr, dengan panjang 15 cm, sudah tak muat lagi di foto, kalo mo liat kakinya kepalanya ga keliatan, begitu juga sebaliknya… hehe…

gerakannya semakin terasa, kalo sebelumnya masih samar, sejak usianya 18 pekan, mulai terasa dengan jelas… aktif sekali anak ini, sampai dokter kewalahan saat mo ngambil fotonya…  anak siapa dulu…

19-pekan1

gambar ini diambil tgl 12 januari 2009

sehat dan kuat ya cinta…

cintaku… dari waktu ke waktu (2)

Posted by: belikebee on: Maret 10, 2009

nah.. yang ini udah mulai kelihatan jelas ya… pipinya gembil, lucu banget, liat foto ini, temenku menjulukinya Beruang madu… soalnya masih 4 bulan udah keliatan endhut…15-pekan

foto ini diambil tgl 12 desember 2009, saat usianya 15 pekan, tak berapa lama lagi, cinta akan ditiupkan ruh ke jasadnya…

jadilah anak sholeh ya nak…  :)

cintaku… dari waktu ke waktu (1)

Posted by: belikebee on: Maret 10, 2009

cintaku usia 11 pekan, baru mula kelihatan  bentuknya, rada2 mirip alien ya hehe, apalagi usgnya cuma yg 2 dimensi, jadi yang muncul cuma siluet aja… gambar ini diambil tgl 10 november 2008

11-pekan

dr yanah, selalu memintaku untuk menanyakan apa saja seputar kehamilan ku, tapi melihat sosok mungil itu… saya jadi kehilangan kata2, ga bisa nanya apa2… giliran udah di jalan baru deh kepikiran… lha tadi kan mo nanya ini itu… ah, cinta memang bikin kita jadi lupa daratan…

belum bertemu saja rasa cinta itu sudah begitu besar… i luv u cinta…

kangen menulis…

Posted by: belikebee on: Maret 10, 2009

lama bener rasanya saya tidak menulis… jadi kangen menuangkan pikiran lewat tulisan…

18 bulan menjalani hari2 penuh tugas di msi ugm, membuat saya mau tak mau sejenak meninggalkan hobi saya yang satu ini… kalah sama review artikel… hehe

dulu, saya bisa sangat produktif, sepekan bisa ada 2-3 tulisan yang saya posting di blog ini, kadang jika ide itu muncul, saya bisa-bisa tidak bisa tidur, ide-ide itu berlompatan dari pikiran ke tust keyboard laptop saya, kemudian tak lama jadilah tulisan… yang bila nasrcis saya lagi kumat… bisa membuat saya terkagum-kagum sendiri… hehe…

saya akan menulis, manulis, menulis… dan menulis sepanjang hidup saya.. insyaAllah…

tunggu postingan saya ya… *_^

Posted by: belikebee on: Agustus 13, 2008

lebih dari 5 waktu aku mengingatmu…
terkadang dengan bulir air mata yang mengalir
terkadang dengan isak tangis yang tertahan….
namun…
tak jua kutemukan muara cinta itu selain pada keikhlasan….

:  ajari aku…

Kadaluarsa

Posted by: belikebee on: Agustus 11, 2008

You’ll die. I’ll die. Amoeba will die. Even Earth is dying.
I wish we were all born with an expiry-date tag stapled to our butts so we know how much time left for us to talk all this nonsense. Unfortunately, we weren’t. Maybe that’s why so many of us waste our precious time on Earth scrutinizing and judging somebody else’s business.

Though I cannot see my expiry-date tag, I can feel that my time is not enough to discuss with the word “kadaluarsa”. Dari observasi saya, sepertinya banyak sekali orang yang “korslet” dengan kata itu. Dan karena jerat bahasa dan kata ini, pengamatan kita sering dibuat melenceng. I don’t know what’s the real issue, tapi agaknya kata “kadaluarsa” dianggap menurunkan derajat kita menjadi makanan atau produk pabrik. Dan kita, manusia serba luhur ini, yang mengenal konsep agung semacam Cinta dan Tuhan, tidak layak dituduh punya jadwal kadaluarsa. Kita begitu terobsesi jadi abadi, atau setidaknya “memiliki” sesuatu yang abadi. Padahal jika kita jeli, segala kondisi dan fenomena akan berakhir. Tidak ada yang tetap. I don’t even think we *own* anything in the first place, even though we’d like to believe otherwise. Dan sejauh yang saya tahu, di liang lahat nanti kita betulan akan jadi makanan cacing. We’re food. We’re so edible. Ask Sumanto. *_^

(from ~D~)

Pangeran Kodok…

Posted by: belikebee on: Juni 16, 2008

Awalnya ketika sedang dalam masa khitbah dan menunggu 2 Juni 2007 tiba, rasanya risih sekali saat harus menyebut nama seorang calon suami… jadi saat saya membahasakannya pada keluarga maupun teman-teman biasanya saya menyebutnya “si Bapak”… kebiasaan saya itu berlanjut sampai kurang lebih selama satu bulan pernikahan… meski kemudian kami sepakat menggantinya dengan sebutan “Abang”… perlu waktu bagi saya untuk membiasakan diri memanggilnya dengan sebutan baru itu…

Tapi… sesekali saya juga memanggilnya dengan sebutan Pangeran Kodok… kebiasaan itu berawal ketika saya mulai berani membuka agenda di ponselnya… saya ingin tau apa yang dia tuliskan untuk memberi tanda pada hari bersejarah bagi kehidupan kami… ternyata dia menuliskan…

Pernikahan Pengeran Kodok dengan…

saya tersenyum… jadi teringat dengan dongeng masa kanak-kanak tentang seorang pangeran tampan yang dikutuk menjadi kodok… yang akan kembali menjadi pangeran jika ada seorang wanita yang menciumnya… saat tiba-tiba terbersit dalam benak saya… “kok pangeran kodok yang ini ga kunjung berubah jadi pangeran… ” senyum saya berkembang menjadi tawa…

“pangeran kodok… kok kodoknya ga berubah jadi pangeran… padahal sudah dicium???” laki-laki dengan spektrum karakter itu menjawab dengan santai… “soalnya yang cium si kodok itu juga bukan puteri… ” gubrax… wakakaka…

walah… kena saya… jadi inget kisahnya shrek… :D

Who should I give my love to?

Posted by: belikebee on: Juni 11, 2008

Who should I give my love to?
My respect and my honour to?
Who should I pay good mind to – after Allah,
And Rasullullah?
Comes your Mother,
Who next? Your Mother
Who next? Your Mother
And then you Father

Cause who used to hold you
And clean you and clothe you?
Who used to feed you
And always be with you?
When you were sick, stay up all night,
Holding you tight?
That’s right no other, your Mother

Who should I take good care of,
Giving all my love?
Who should I think the most of – after Allah
And Rasullullah?
Comes your Mother,
Who next? Your Mother
Who next? Your Mother
And then you Father

Cause who used to hear you
Before you could talk?
Who used to hold you
Before you could walk?
And when you fell, who’d pick you up?
Clean your cut?
No one but, your Mother, my Mother

Who should you I right close to?
Listen most to?
Never say no to – after Allah
And Rasullullah?
Comes your Mother,
Who next? Your Mother
Who next? Your Mother
And then you Father

Cause who used to hug you
And buy you new clothes?
Comb your hair and blow your nose?
And when you cried who wiped your tears?
Knows your fears? Who really cares?
Your Mother

Say Alhamdulillah,
Thank you Allah
Thank You Allah for my Mother

diambil dari nasyidnya Yusuf Islam… your Mother

(thanks to Ninuk dewi… yg sudah mendengarkan dengan baik dan menuliskannya)

The Story about my Baby…

Posted by: belikebee on: Maret 10, 2008

Wanita mana yang tak ingin menjadi ibu??

jauh sebelum saya menikah… saya menyadari tugas utama yang Allah berikan pada seorang perempuan adalah menjadi ibu… dan yang terbayang adalah sosok perempuan yang kadang kala tak lagi memperhatikan dirinya… menjadikan kebutuhannya hanya no ke 10000…000, mengalah dibelakang kebutuhan putera-puterinya… pokoke tugas jadi ibu itu… berat lah… tapi belakangan, saya justru tak lagi menganggap menjadi ibu adalah tugas… melainkan karunia terbesar yang sangat luar biasa… sungguh saya ingin sekali memandang pemilik mata bening, wajah lugu, dengan bibir mungil… memanggil saya dengan sebutan IBU…

Awal tahun ini adalah tahun yang membahagiakan buat saya… kesempatan menjadi ibu seperti yang teman-teman saya rasakan (baca: Gerbong Bayi)… ternyata juga Allah berikan kepada saya… rasanya seperti tak percaya saat keisengan saya membeli test pack ternyata berbuah dua 2 garis merah muda yang samar… saya hamil…

lantas sekian banyak rencana mulai tersusun…

saya sempat bingung… menjalani awal kehamilan sendirian… apalagi katanya morning sickness bakal sangat menggangu… jadi sensitif banget… ogah makan… dan sekian perubahan fisik yang membuat saya terkaget-kaget… sempat pula terpikir untuk ‘memaksa’ abang untuk meninggalkan pekerjaannya dan menemani saya menjalani kehamilan…

alhamdulillah… saya tak mengalami morning sickness (cuma sedikit sensitif), saya tetap bisa melakukan aktivitas harian saya… kuliah… meski kadang rasa malas mengganggu saya bisa melawannya… termasuk saat saya mabok nasi… hihi… aneh ya… saya tak bisa mencium aroma khas yang keluar saat nasi yang ditanak mulai mendidih… bawaannya kepengen muntah… jadi biasanya setiap menanak nasi saya akan keluar rumah sampai nasi benar-benar matang… lumayan mengganggu… and guest what??? saya melawannya… saya buka penutup magic com… dan saya hirup dalam-dalam uap nasi panas yang mengepul-ngepul… sembari mensugesti diri… bahwa uap nasi itu bukan apa-apa… bahwa saya tak akan muntah hanya dengan menghirup uap nasi… alhamdulillah sejak itu saya tak lagi mabok nasi… :)

Kehamilan memang membuat siapapun yang merasakannya harap-harap cemas.., khauf dan roja’ silih berganti lah… apalagi kehamilan pertama… semua serba ini kenapa… itu kenapa… bawaannya kepengen buru-buru ketemu jadwal periksa ke dokter… kepengen liat janin yang melayang-yang di rahim… rasanya seperti mimpi… saat akhirnya kantung kehamilan berukuran 18mm itu bisa tertangkap USG… subhanallah… ada mahluk mungil dalam rahim saya… apalagi benda mungil yang hanya terlihat berwarna hitam itu… baru bisa terekam setelah saya menunggunya selama 1 bulan… 2 kali kedokter yang berbeda… mahluk itu sembunyi entah dimana… membuat kecemasan muncul…

Saya berubah jadi wanita rakus… selalu kelaparan… selalu makan dalam porsi yang jauh diatas rata-rata porsi saya sebelumnya… hehe… saya pun mulai merasa tak nyaman saat tidur malam… insomnia… karena konon.. janin memang berkembang pada malam hari… alhasil si ibu jadi ngantuk berat disiang hari… sesekali saya juga ‘oek.. oek’ saat menyikat gigi ataupun wudhu… rasa air mentah sangat mengganggu… tapi saya sangat menikmati wahnan ‘ala wahnin itu… kalau sedang sendirian saya jadi punya teman cerita…

Boleh jadi karena relatif tak ada masalah, saya menjalani aktivitas seperti biasa… kemana-mana sendirian… naik motor, lengkap dengan tas ransel dengan laptop di dalamnya… naik-turun tangga… keluar masuk kampus… sendiri… saya tak ingat ada mahluk lain yang belum sekuat saya untuk menjalani sekian kegiatan…

18 februari dokter memvonis saya abortus imminen… istilah kedokteran yang belakangan baru saya tau artinya… terancam keguguran… saya harus bedrest… sebelumnya saya sempat bolos kuliah 3 hari tapi karena tanda-tanda keguguran itu tak lagi tampak… saya kembali beraktivitas… kali ini lebih berhati-hati… 19 maret hasil usg menunjukkan ukuran kantung janin hanya sebesar 15mm, berkurang 2mm dari ukuran 2 pekan sebelumnya… ya Allah… ada apa? dokter bilang… boleh jadi secara genetik janinnya memang bukan bibit unggul… biasanya memang akan gugur sendiri… saya mulai mempersiapkan diri seandainya janin itu memang harus gugur…

saya bedrest total… semua keperluan saya terpusat di tempat tidur… makan-minum, sholatpun saya jamak… agar tak harus sering2 ke kamar mandi, itupun disiasati… agar waktunya bisa berbarengan dengan jadwal BAB dan BAK… saya ingin menyelamatkan janin saya…

Manusia boleh berencana… Allah juga yang menentukan…

24 Februari saya masuk RS Sarjito… Dr memvonis saya abortus complete… karena saat di usg janin tak lagi tampak… yang bikin heran… kemana perginya janin saya??? terlebih saat di tespack… hasilnya tetap 2 garis merah muda… artinya masih ada hormon HCG yang hanya diproduksi oleh plasenta bayi dalam rahim…

Saya berusaha optimis… saya tetap sholat, berdoa pada Sang Pemilik… memohon agar janin saya bisa survive…

Selasa dini hari, saya mulai merasakan kontraksi… saya tak tega membangunkan abang yang tertidur karena kelelahan baru tiba dari perjalanan jauh… sibuk seharian mengurusi keperluan saya (alhamdulillah… beberapa orang memandang iri pada saya… kata mereka… “suami mb… baik sekali…” terima kasih ya Bang…) tak lama abang terbangun dan pindah disisi saya… membacakan doa2 yang dia hafal sembari mengusap-usap perut saya yang mulai mbuncit… doanya membuat saya sedikit tenang… kontraksi mulai berkurang… saya mulai bisa tidur… dengan abang disisi saya…

Ba’da subuh abang harus balik sebentar ke kosan… mencuci pakaian saya… sekaligus mengambilkan beberapa keperluan saya…

pukul 6.45 perut saya kembali kontraksi… saya berusaha menahan sakit… seraya berdoa semoga abang segera tiba… ini pelajaran bagi saya… belajar melahirkan… merasakan mulas dan sakit disekujur pinggang dan punggung… 7.30 kontraksi makin hebat… alhamdulillah kali ini sudah ditemani abang…

selasa pagi 26 februari 2008… sekitar 07.45 Allah berkenan memelihara sendiri janin usia 10 pekan itu… agaknya Dia tak injinkan janin mungil itu melihat dunia… diambil kembali sebelum kenal ayah-ibunya…

yang membuat sedikit kecewa adalah vonis dokter yang mengatakan kantung janin saya hanya seukuran 15mm, bahkan belakangan bilang tak ada lagi janin dalam kandungan saya… ternyata janin itu sudah berbentuk manusia… lengkap dengan calon tangan dan calon kaki dengan ukuran kepala yang lebih besar… kerena proses pembentukan otak yang sudah selesai… janin itu berkembang sesuai umurnya… ya sudahlah… dokter juga manusia kan??

Sekarang saya sedang dalam masa recovery… fisik dan psikis, kadang saya masih sering menangis sendiri… menyesali ketidakamanahan saya… sudah diberi kesempatan tapi kok disia-siakan… tapi abang selalu menyemangati saya… semua sudah ada yang mengatur… dan ini adalah yang terbaik… semoga dia menjadi tabungan kami kelak… dan semoga Allah memberi gantinya dengan yang lebih baik… pada saat yang tepat nanti…

tetap doakan saya yaa…

Gerbong Bayi

Posted by: belikebee on: Februari 14, 2008

Malam ahad kemaren, saya baru berkesempatan menelpon seorang teman baru diberi amanah menjadi orang tua, sejak 17 Januari kemarin… putri pertama Meri n Muklis lahir dengan berat 3,4 dan panjang 50 cm… hm lumayan besar…

Obrolan kemana-mana deh… maklum… lama ga ketemu… 15 menit lumayan melepas kangen dan bertukar cerita… n then???

saya jadi terfikir… kalau saya balik ke lampung insyaAllah April besok… berapa banyak parcel untuk bayi-bayi lucu teman-teman saya yang harus saya persiapkan… hehe ada kereta yang gerbongnya berisi bayi-bayi lucu… yang selalu bertambah…

28 Desember 2007 lalu, bayi laki-lakinya Marlinda, Junior saya di Kantor… Rafif Akmal Barachman namanya… 17 januari 2007, Alifa Syifa-nya Meri n Muklis, Junior saya di kampus dulu… 2 Februari lalu putra keduanya mb TA-Irzal… (namanya belum tau…) akhir Februari ini, katanya Santi yang kena giliran jadi ortu baru… hm.. udah 4 gerbong tuh…

kemudian saya jadi menghitung2… gerbong bayi milik siapa lagi yang akan menambah panjang kereta itu… Maret putra ke-duanya mb Wirna temen kuliah di MSi, April bayinya Dewi-Maniso, juga Adek si Butetnya Mb Dila, pertengahan Mei giliran Ani yang jadi ibu, dan akhir Mei kemungkinan Delia-Fahmi yang berbahagia… juga Een n Elva…

hehe belum selesai lho…

insyaAllah Juni awal, Eha-Taufiq yang jadi ummi-abi..

itu yang sudah terdeteksi… yang masih sembunyi2??

hm… saya jadi terbang ke masa depan, 11 bayi yang lahir dari orang tua yang sholeh seperti mereka, tentulah sekian banyak rencana untuk menuliskan kertas putih milik anak-anak mereka… anak-anak yang beruntung saya pikir…

giliran saya n abang kapan ya??? hehe

day 2 day

November 2009
M S S R K J S
« Mar    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Categories

Blog Stats

  • 3,967 hits

blogroll