be_like_bee

Mother… How R U 2 Day???

Posted by: belikebee on: November 27, 2006

ibu adalah diary berjalan hidupku, dia tau segala sesuatu tentang aku, senang, sedih, suka, duka… ga ada yang bisa aku sembunyikan darinya… aktivitas harian, kerjaan kantor, jalanan macet, sampe bandel2nya mahasiswaku… ibu tau semuanya … sama ibu aku bebas nilai…

ibu ibarat lemari penyimpanan tempat semua keluh-kesahku, setia mendengarkan curhatku, sampai ke hal2 yang bahkan dia tak paham, dia selalu menyediakan telinganya… dengan gratis…

ibu tau, bahwa aku tidak sempurna, tapi ia bisa menyimpan rahasia itu dengan baik

ibu menjadi wartawan yang telaten, ia mencatat semua karakter -kebiasaan, dan hal2 unik yang pernah dilakukan teman2ku- dikepalanya, karenanya ibu mengenal mereka dengan baik, meski tak pernah bertemu.

ditemani ibu saat sakit lebih menyenangkan daripada sup hangat

ibu adalah orang pertama yg aku cari setiap aku memasuki wailayah teritorial rumah, dan mengikuti kemanapun dia pergi untuk menceritakan kesuksesan, kebahagian, kegagalan, bahkan kesediahanku hari itu.

ibu adalah bank non riba, yang selalu siap sedia menyediakan dana segar tiap kali likuiditas kantongku memburuk sebelum bertemu awal bulan… dan rela membuat account cadangan piutang tak tertagih atas namaku…

ibu adalah buku sejarah yang selalu update – dia tahu semua nama, umur, istri, suami, anak-anak, makanan faporit, gerutuan, kenangan indah, dan sumber kejengkelan dari setiap bibi, paman, sepupu, keponakan dari pihak bapak – dan akan memberitahukannya padaku agar aku bisa akrab dengan mereka semua

ibu akan bertanya tim mana yang jadi faporitku, tiap kali menemaniku nonton pertandingan liga calcio, la liga Spanyol, NBA atau Moto GP atau pertandingan apapun … dan akan ikut mendukung tim yang sama… :D

ibu ga pernah keberatan membagi resep masakannya, meski rasanya ga mungkin pernah bisa seenak buatannya…

ibu tak pernah terkejut setiap kali aku berbuat sesuatu yang istimewa, karena dia tau aku selalu bisa jika aku mau…

ibu berkata bahwa separuh hidupnya ikut terbang bersamaku saat pertama kali aku pergi meninggalkannya untuk waktu yang lama… dan mengaku butuh waktu untuk bisa berjalan tegak sepulangnya…

ibu selalu menunggu di ujung jalan, setiap kali aku pulang terlambat dan lupa memberitahunya, dan kami berjalan beriringan tanpa suara… aku tau kekhawatirannya…

ibu ingat segala kesukaanku meski aku tak ingat kapan mengatakannya…

ibu tak pernah mau membuang, baju, tas, sepatu, atau benda apapun miliknya, menurutnya benda2 itu pasti akan bermanfaat, suatu hari nanti… meski pada kenyataannya benda-benda itu hanya memenuhi gudang saja…

ibu akan mengomel setiap kali aku pulang basah kuyup kehujanan, tapi dia juga selalu siap dengan handuk, air hangat untuk mandi, dan sup untuk membuang dingin

ibu mengatakan “aku sayang padamu” dengan cara, “buka bajumu yang basah..”, “pakai jaketmu…”, “cuci tanganmu…”, “jangan pulang terlambat…”, “makanlah sebelum dingin”, “kamu ini sedang apa??” … dia punya bahasa sendiri

ibu adalah ibunda Musa yang berani menentang Fir’aun sekalipun, jika menyangkut keselamatan nyawa anaknya, ibu adalah ibunda Hajar yang ridho dengan ketetapan Alloh, berjuang sendiri di tengah padang pasir dan hanya bertanya “apakah ini perintah Alloh?” dan berhenti bertanya setelah mendapatkan jawaban “ya”, ibu adalah ibunda Khadijah, membantu suami menopang ekonomi keluarga, kadang kala si tulang rusuk berubah menjadi tulang punggung, ibu adalah ibunda Halimah Tusa’diyah, memberi air kehidupan, dan mendidik anaknya mencintai ilmu

Ibu selalu bisa membuatku memilih, dia tau apa keinginanku… meski tanpa mengatakannya

Ibu tak pernah menangis saat anak-anaknya sakit, atau saat ‘kerajaan bisnis’ Bapak runtuh, atau saat harus menjual perhiasannya untuk tetap membuat kami ‘hidup’, tapi air matanya menetes saat mendengar kelulusanku, aku diwisuda, dan diterima bekerja, dan (mungkin) saat aku menikah (kelak… insya Allah)

ibu mengembalikan amplop gaji pertamaku (dari Teknokrat), karena menurutnya aku pasti akan berhutang juga padanya…

ibu mendengar dengan matanya, mendengar dengan hatinya – begitulah caranya mendengar apa-apa yang tak terucapkan dengan kata-kata

ibu tak tergantikan…

(sambil mendengar MP3 Satu rindu-nya Opick, nasyid Kasih Ibu, Bunda-nya Melly, sambil nyanyi Ummi-nya Haddad Alwi, sambil besenandung lagu Kasih Ibu kepada Beta … :D I love u Ibu…)
senin, 27 November 11:15 WIB

1 Tanggapan ke "Mother… How R U 2 Day???"

[...] the full post here (although i’ve actually covered nearly two-thirds of the original post in these [...]

Tinggalkan Balasan

day 2 day

November 2006
M S S R K J S
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Blog Stats

  • 4,041 hits

blogroll