Posted by: belikebee on: Desember 5, 2006
Hari-hari belakangan ini, kantor heboh, perempuan… para istri terutama, seperti kebakaran jilbab… u know why? berita apalagi yang bisa buat para perempuan bersatu padu… kalo bukan berita tentang pernikahan keduanya dai kondang Aa’ Gym… Berita ini, bahkan mengalahkan kehebohan berita mengenai beredarnya rekaman asusila dari seorang petinggi sebuah parpol dengan seorang penyanyi dangdut yang mencuat pada saat yang hampir bersamaan… hmmm menarik untuk jadi bahan pembicaraan… menarik jadi kejaran wartawan terutama infotainment dan juga menarik jadi bahan untuk jadi topik tulisanku pagi ini…
Banyak yang menyayangkan keputusan Aa’ berumah tangga (lagi), sebenarnya apalagi yang dicari Aa’, istrinya cantik, sholeha, dan sudah memberi 7 orang anak… tapi, subahanalloh… (hanya kata itu yang bisa terucap), bagaimanapun poligami ada aturannya, dan aturan itu bukanlah buatan manusia, melainkan buatan Sang Pemilik hukum dunia, dan lagi Rosululloh memberi tauladan bagaimana sebuah keluarga yang dibangun dengan poligami sebagai asas…
Beritanya saya saksikan tadi pagi, disebuah infotainment… sekedar mencuri dengar awalnya, tapi kemudian jadi ikutan memusatkan perhatian … saat tak sengaja ibu mengganti chanel berita pas iklan… dan beliau… heboh… seperti ibu-ibu lainnya… kecewa… bagaimanapun Aa’ adalah public figur, yang keluarganya selalu jadi contoh keluarga yang harmonis, yang secara fisik ganteng dan cantik, secara ekonomi mapan, secara pemahaman agama apa yang kurang -sholeh dan sholeha-… dan selalu bikin iri… tapi … kemudian… semua berbalik 180 derajat… menghujat, mencemooh, dan memandang sebelah mata pada Aa’ yang menduakan Teh Ninih…
interesting…
Saya berusaha memahami kekecewaan para istri, para wanita, bahkan para suami, dan laki-laki… sosok Aa’ (dulu) yang dikenal masyarakat ibarat oase di tengah padang… tausiyah-tausiyahnya menyentuh, dengan guyonan sering kali membuat kita minimal tersenyum, contoh-contoh yang diberikannya begitu real, tidak terkesan menggurui… pokoknya… beda lha dengan da’i umumnya. karenanya ‘kesalahan’ Aa’ jadi coreng yang membuat begitu banyak orang benar-benar K.E.C.E.W.A
Menurut saya (menurut saya lho…), poligami dan monogami ga ada yang lebih baik atau lebih buruk, keduanya sama-sama pernah dicontohkan oleh sang Nabi, beliau tak pernah menduakan Khadijah semasa hidupnya, dan baru sepeninggal khadijah, Rosululloh beristri lebih dari satu…
Jadi ingat, tahun 2003 yang lalu, adalah Seorang Puspo Wardoyo, pemilik rumah makan Wong Solo, membuat sebuah perhelatan yang diberi judul “Poligamai Award“, Pak Puspo yang memiliki 4 orang istri, memberi penghargaan bagi mereka yang berpoligami, dan Aa’ meski ‘masih’ bermonogami, menjadi salah seorang yang mendapat penghargaan, alasannya karena dalam tausiyahnya Aa’ sering memberi nasihat mengenai poligami… tapi ketika ditanya mengapa dia tidak (atau belum) berpoligami, Aa’ bilang “saya takut menyakiti hatinnya (teh Ninih, maksudnya)”, begitu… dan ketika melihat Teh Ninih saat mereka menggelar Jumpa Pers, saya melihat sosok yang luar biasa… sekali lagi… subhanalloh
saya salut kepada mereka bertiga…
pada complain ya??? begini…
Yang saya tau, Aa’ adalah seorang sholeh, dan keputusan Aa’ untuk menikah lagi tentulah telah melalui pemikiran yang panjang, bukan semata-mata masalah sex, bukankah… meski cantik, istri kedua Aa’ adalah seorang janda beranak tiga, ada tanggung jawab lebih yang Aa’ emban dengan menikahi Teh Rini… so… saya yakin Aa’ insyaAlloh bisa berlaku adil pada dua bidadarinya… (gimana kalo kita sama-sama mendoakannya, setuju???)… tapi saat ini, Aa’ bahkan lebih dihujat ketimbang orang yang jadi ‘model’ dalam rekaman video asusila… dunia memang sudah terbalik…
saya juga salut pada Teh Rini, si Madu yang katanya mantan model… menjadi istri kedua, tentulah bukan cita-citanya… yang saya tau, masayarakat memandang istri kedua sebagai sosok yang jahat, merebut suami orang, menghancurkan rumah tangga orang, dan sederet label buruk yang ditempelkan dibahunya… saya berusaha memahami posisi Teh Rini, meski sejujurnya saya ga mau berada di posisi beliau… lagi-lagi keputusan Teh Rini untuk menjadi yang kedua, tentulah juga melalui pemikiran yang panjang, apapun itu, kita harus menghargainya…
Terlebih kepada Teh Ninih… sosok lembut, sholeha, dan bersahaja, menurut saya adalah sosok yang sangat mencintai suaminya, dan balasan bagai seorang istri yang sholeha dan berbakti kepada suami tak lain adalah syurga… dia memberi ijin, dia ikhlas berbagi Aa’, rasanya dari seribu perempuan hanya satu yang bisa begitu, perempuan yang lain… bakalan ngelabrak, mencak-mencak… bahkan minta cerai… (ingat kasus Dewi yul-Ray Sahetapi, Tri Utami dan Suami, Nia Daniati-Farhat Abbas ??? itu baru yang seleb… belum yang berasal dari masyarakat umum), jadi tak ada yang lebih pantas untuk Teh Ninih selain… balasan syurga… masalah cemburu… manusiawi lah, toh Aisyah juga kerap kali mengungkapkan rasa cemburunya terhadap istri-istri Rosululloh lainnya…
Sebagai perempuan, saya tak ingin menjadi istri pertama, tidak pula menjadi istri kedua, saya maunya jadi istri satu-satu, dan hanya satu kali menikah… tapi bagaimanapun kita harusnya tetap menghormati mereka yang memutuskan untuk bersentuhan dengan poligami…
so??? berhentilah menghujat, berhentilah menghakimi, pilihlah jalan masing-masing, mau setia hanya pada satu pasangan, atau menduakannya dengan cara yang halal dan diridhoi Alloh… mau pilih yang mana???
Duh maaf baru mampir lagi di webnya. Aku adam.com
.
Mei 1, 2007 pada 3:47 am
Ya semestinya begitu dik, kita-kita ini jangan suka menghujat orang. Saya yakin kehidupan poligami Aa Gym jauh lebih baik daripada mereka-mereka yang monogami.
Juga, jangan lupa, bukankah perkara jodoh, kematian dan rizki adalah karena kehendak-Nya?. Bukankah kita sudah mengimani-Nya. Lantas kenapa pula kita mesti menolak semua taqdir itu? Mau jadi yang kedua, ketiga, keempat atau kesatu yang cuma satu-satunya dan hanya sekali menikah dalam hidup semestinya itu bukan sebuah masalah jika imannya benar karena yang dicari semata-mata hanyalah ridho Allah.