Posted by: belikebee on: Februari 4, 2007
Start with… hmmm…
What are you doing… during in ur drive??? kalo yang di-drive mobil sih… ada fasislitas tape… bisa sambil dengerin radio or kaset… jadi meski sendirian… ga akan bosan…
What are you doing… if u r biker??? hm… jalur harian yang saya lalui pergi dan pulang kantor… luruuuus aja… hanya sekali belok… masuk kampus… 30 menit… pasti bosan… bahkan kadang nguantuk… jadi ngapain???
Hee… sepanjang perjalanan, saya juga mendengarkan lagu… bahkan lifeshow… hehe… dulu saat saya masih jadi pembonceng setianya Heri… ga begitu bosan… ada saja yang jadi bahan obrolan… kadang juga kami berduet… (ade’ku itu tim nasyid lho…) yang kami nyanyikan semua lagu… dan biasanya karena perjalanan ditempuh 1/2 jam… beberapa lagu… lumayan membunuh kejenuhan
Sekarang… saat saya sudah punya aset sendiri… kebiasaan menyanyi itu tetap berlanjut… hanya saja… saya bersolo karier (:D)… lumayan bisa membuat otak kanan saya tetap bekerja… kalo tidak… bisa-bisa saya tidur di jalan… kan berabe…
Berapa lagu??? satu album… tapi albumnya kompilasi… the best of siapa gitu… hihi… beragam lagu dari yang lokal sampai yang interlokal… dari yang konvensional sampai yang syariah (emangnya bank???) kadang nasyid (Rayhan, Issiz, Opick, Snada… dkk), kadang lagu-2 band… kadang lagu lama… bahkan kadang juga terselip lagu asing… pernah juga soundtrack film apa gitu… sesekali senandung saja… sesekali juga murrotal… (tapi jarang… stok hafalannya terbatas…
)… kadang dzikr ma’tsurat… (kalau pas subuh tak sempat)
Dan pagi ini… yang menjadi teman saya di perjalanan hanya satu lagu… tapi saya rewind berkali-kali… dari keluar rumah sampai memasuki pelataran parkir di kampus… dari balik masker penghalang debu dan helm scotlite merah… saya ‘khusyu’ bersenandung… tak perduli pada nada sumbang yang diproduksi pita suara saya… atau pitch control saya yang lari-lari… atau pada falset saya yang benar-benar fals… saya tetap menyanyi… sesekali saya menyeka air mata yang menetes satu-satu… sesekali saya menarik nafas panjang saat terhanyut dalam syairnya yang mengingatkan saya pada seseorang yang jauuuh dimata… tapi selalu di hati…
Teringat masa kecilku/
kau peluk dan kau manja/
indahnya saat itu/
buatku melambung disisimu/
terngiang hangat nafas segar harum tubuhmu/
kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu/
Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu
patuhi peritahmu jauhkan godaan/
yang mungkin kulakukan dalam waktuku beranjak dewasa/
jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak/
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya/
ku terus berjanji tak kan hianati pintanya/
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu/
kan buktikan ku mampu penuhi maumu/
Andaikan detik ini kan bergulir kembali/
kurindukan suasana basuh jiwaku/
membahagiakan aku karena usapan kasih dan sayangmu/
tuk wujudkan segala sesuatu yg pernah kau lewati/
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya/
kuterus berjanji tak kan hianati pintanya/
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu/
kan buktikan kumampu penuhi maumu/
Lagu itu benar-benar mewakili perasaan saya pagi ini… betapa memori masa kecil saya tentang Bapak terekam dengan baik di benak saya… dan betapa ingin saya mewujudkan mimpi dan harapan Bapak terhadap saya…
Dan memang… saya merasa campur-tangan Bapak luar biasa besar dalam membentuk saya menjadi seperti sekarang ini… meski belum sukses benar… tapi langkah menuju kesuksesan itu telah Bapak rintiskan untuk saya… jauh hari saat saya masih kecil… saat ini tengah saya tapaki… bahkan seringkali saya merasa mimpi dan harapan bapak-lah yang kemudian menjelma menjadi mimpi dan harapan saya…
Ketika kecil saya suka sekali menggambar (sampai sekarang juga sih… hanya waktunya tak banyak lagi)… awalnya pemandangan selalu jadi objek saya… belakangan saya suka sekali menggambar bangunan… dan interiornya (saya masih menyimpan hasilnya lho…) hingga sejak es-de jika ditanya mau jadi apa kalau sudah besar… dengan mantap saya menjawab… “ARSITEK”… cita-cita yang tak begitu umum dibanding dokter, pilot, polisi, guru, atau pemain bola… (:D)
Dan Bapak tak pernah komplain… dia tetap memberi komentar atas hasil-hasil gambar saya… bahkan… ehm… ini rahasia ya… rumah yang saya tempati sekarang ini… adalah hasil desain saya lho… jangan bilang siapa-siapa ya… amatiran soalnya… malu sama yang arsitek beneran…
Saat saya SMU dan mulai pilah-pilih jurusan… awalnya saya ingin mewujudkan cita-cita saya itu… jadi Arsitek… jurusan yang pas… pastilah IPA… tapi… Bapak bilang “Arsitek itu pekerjaan laki-laki… masuk IPS saja, trus lanjut ke ekonomi…” dan seingat saya tak ada perasaan berat saat saya mulai banting stir dan mendesain ulang masa depan saya…
Setahun berjalan… saya kembali dihadapkan pada pilihan… Universitas mana yang akan saya jadikan almamater??? saya di terima di 2 PTN melalui jalur PMKA… UNJ di jurusan pendidikan Dunia Usaha… dan Unila Jurusan Akuntansi… kembali Bapak berperan sebagai decession maker… “di Unila saja… biar jadi akuntan”… sejujurnya… saya ingin mengikuti jejak uni… kuliah di luar Lampung… tapi… meski dengan tangis yang saya luapkan dipangkuan ibu… akhirnya saya menurut…
Itulah bedanya Ibu dengan Bapak… Ibu mendukung apapun pilihan saya… sementara Bapak menentukan pilihan bagi saya…
Sejauh ini… saya merasa bahwa… mengikuti keinginan orang tua… tak ada salahnya… saya hanyalah anak yang tak mau disalahkan atas kesalahan memilih… dan saya yakin bahwa pertimbangan orang tua yang telah banyak makan asam garam… tentulah lebih matang ketimbang pilihan kita yang masih hijau…
Sekarang saya jadi bisa memahami… bahwa sebenarnya mimpi dan keinginan terbesar saya adalah membahagiakan mereka… apapun jalan hidup yang saya pilih sebenarnya tidaklah penting… selama kehidupan saya itu bisa membuat mereka yang jadi perantara keberadaan saya di dunia ini… merasa beruntung memiliki saya sebagai cahaya matanya… sebagaimana saya juga merasa beruntung karena diperkenankan menjadi bagian dari hari-hari mereka…
Senangnya bisa mewujudkan keinginan orang tua… dan selamanya… saya ingin menjadi yang terbaik bagi mereka… I love u Bapak… i love u Ibu…
Komentar Terakhir