be_like_bee

sehari bersama Mas Rofie

Posted by: belikebee on: Februari 23, 2007

its a fullhard day…

Malam ini sebenarnya phisicly… i’m very tired… seharian ini jadi baby sitternya mb Dyah… bayi 17 bulan yang lucu bener itu jadi tanggung jawab saya hari ini… coz umminya baru melahirkan… dan abinya dinas luar kota… mereka yang benar-benar orang baru di Lampung (baru sekitar 6 bulan) benar-benar tak punya keluarga… jadi sebagai teman saya bermetamorfosis menjadi saudaranya… lagipula, bukankah sebenarnya teman itu lebih dari sekedar saudara??

Sejak perutnya membesar saya memang sudah mewanti-wanti ke mb Dyah… “kalo melahirkan… mas Rofi sama saya ya mb”… ceritanya saya sedang belajar menjadi ibu… saya yang belum punya keponakan ini, sama sekali tak punya referensi mengurusi bayi… jadi semangat 45 saat mb Dyah bilang… “wah… boleh banget… :)

Pukul 8 pagi, saya tiba di rumahnya, sebuah kontrakan sederhana, dan disambut dengan pandangan lucu dari bola mata tanpa dosa milik mas Rofi… dengan semangat dia berusaha menggapai gagang pintu untuk membukakan jalan bagi saya untuk masuk… tapi sayang… its lock…

Saat saya masuk… yang pertama menyeruak adalah bau pharfum baby-nya yang lembut… wangi… kemudian dengan bahasa planetnya dia menjelaskan bahwa dia sudah makan pagi itu, sambil menunjuk piring nasi goreng yang berantakan di lantai… dia mencoba mandiri rupanya… sejak bisa pegang sendok sendiri… dia tak mau lagi di suapi…

Mas Rofi memang lucu sekali…

Berbekal tas yg full berisi pernak-perniknya (baju ganti, diapers, susu, biskuit bayi), dan pesan “hati-hati” dari Abi dan umminya… berangkatlah kami berpetualang bersama… :D

Guest what?? sepanjang perjalanan dari rumahnya ke kantor saya… sejauh 10 km, saya merasa jadi pusat perhatian, beberapa pasang mata memandangi takjub, hebat juga neh perempuan, dua tas menyantol di sayap motor, menggendong bayi yang tak berhenti menggerakan telunjuknya setiap kali melihat sesuatu yang aneh menurutnya… beberapa juga memandang kasihan…. kemana abinya??? kok tega membiarkan istrinya berjuang sendirian… hee… pasti mereka mengira… Mas Rofi itu anakku… (lagian kata temen2 kantor… “dah pantes kok bu… ” heee…)

Mas Rofi memang bayi yang menyenangkan…

Sampai di kantor, sepi, karena mahasiswa memang masih libur… beberapa rekan sesama dosen cuek saja, saat dengan susah payah saya turun dari motor, dengan Rofi yang nyaman seperti dalam kantung kangguru… tapi kemudian… “walah… anak siapa bu??”… saya tertawa bangga… “maunya sih anak ku…:D… tapi… bla.bla.bla” dengan singkat saya jelaskan kondisi ummi dan abinya… teman-teman saya geleng2 kepala… beranian… trafic di pagi hari kan croudite… tapi bagi saya… Bismillah… kalo kita pede maka… jadinya ya lancar aja gitu… :D

Awalnya everythings is ok… Mas Rofi yang pemberani, jadi pusat perhatian di lobi kantor, bulak-balik sana-sini… menjelajah… saya hanya memandangi dari jauh… mencoba membiarkan dia berekplorasi… tapi tak lama…Kekacauaan mulai terjadi… saya lupa memasukkan mobil2an yang tadi dimainkannya sewaktu masih dirumah… apalagi dia mulai bosan dengan pena dan kertas… monoton… pikirnya…

Saya mencoba membujuknya dengan peruncing yang berbentuk kereta… dia hanya asik sebentar… selanjutnya dia menarik-narik tangan saya ke arah parkiran… wah jangan2 dia ngajakin pulang… padahal di dalam teman2 masih seminar proposal penelitian… saya ga boleh absen dan ga mungkin absen…

hm… mungkin dia haus…

Saya tawari dia minum susu… bola matanya membulat … lucu sekali… subhanallah… dia mulai asik dengan botol susunya… minum di pangkuan saya sambil menggoyang-goyangkan kakinya tanda keasyikan… nah kalo begini kan enak… saya bisa melanjutnya memahami proposal penelitian yang disajikan…

Tapi… tak lama kemudian… kok mas Rofi semakin berat… dan tak ada gerakan sama sekali… walah… dia tertidur… sodara-sodara… gawat… gimana nih??

“Bawa ke ruangan kajur aja bu… tidurin di shofa… tapi AC-nya di atur… jangan kekecilan…” hm… usul yang baik… saya bawa dia ke ruangan yang nyaman itu… pelan-pelan, saya letakkan di shofa yang empuk… masyaAllah… dia terbangun… haaaa… gimana ini… saya tau persis tangisannya yang keras… saya ga mau menggemparkan kantor… “cup…cup… sayang… bobo lagi ya…” bujuk saya… barangkali karena dia sangat mengantuk… alhamdulillah bujukan saya manjur… huah… lega rasanya…

Ternyata tidurnya lumayan lama… hampir 2 jam… mendekati pukul 12 siang dia terbangun… saya sudah siap dengan botol susunya… kalo-kalo dia menangis… ternyata tidak… senangnya memandang bola mata bening yang kali ini tampak sembab… “kita pulang yuk…”

Dan perjalanan pulangpun di mulai… (tapi sebenarnya tak pulang sebenarnya… coz saya membawanya ke pengajian rutin pekanan saya…), saya kembali merasa mendapat pandangan istimewa dari sesama pengendara… (hehe… saya ke-ge-er-an ya…) apalagi sekitar 10 menit perjalanan, Mas Rofi… tertidur… saya jadi sedikit grogi… bismillah… ya Allah lindungi kami… laju kendaraan hanya saya pacu dengan kecepatan 30-40 km/jam, dengan sesekali kemudi honda saya hanya saya kendalikan dengan satu tangan… (beruntung saya mantan pembalab… hehe… jadi keseimbangan motor tetap terjaga… :D ), karena memperbaiki posisi Mas Rofi yang tertidur lelap… heran… perasaan dia baru bangun tidur ya???

Alhamdulillah… kami sampai dengan selamat… di sambut oleh teman2 yang memandang takjub pada saya… berani bener… hehe… siapa takut ya??

Dan Mas Rofi pun terbangun…

Di majelis ini saya tak perlu panik… ada banyak orang berpengalaman yang bisa membantu saya… saya jadi beristirahat… ada yang membantu mengganti popok, ada yang menyiapkan makan siang… pokoknya lumayan bisa bernafas sedikit lega lah…

ho ho ho… jangan senang dulu

Popok yang baru di ganti ternyata harus di ganti lagi… dia asyik bermain miyak sayur (teman saya memiliki toko di rumahnya…) saya lalai… membiarkan Rofi bermain dengan keponakan pemilik rumah yang masih kelas 1 es de itu… jelas tak bertanggung jawab…

Rofi saya mandikan… ganti popok dan ganti baju…

Selesai sampai di situ??? tidak sodara-sodara… sekitar 15 menit kemudian… seorang teman berkata… “kayaknya Rofi… BAB deh…” sontak hidung saya mengendus… benar… Mas Rofi BAB… Rofi… Rofi… bukannya tadi sekalian… jadi sekali aja ke kamar mandinya… huhu…

Saya benar-benar kelelahan… tapi… sungguh… tak ada perasaan kesal sedikitpun, meski hanya dalam hati… rasa-rasanya… segala lelah dan letih terhapus saat memandang wajah polos dan senyum yang menampakkan gigi kelincinya…

Sore ini saya mengembalikan Rofi pada umminya… ada yang tertinggal di rumah itu… hati saya tak ikut serta… hati saya tertinggal bersama Rofi yang kembali tertidur pulas…

Terima kasih mb Dyah… karena bersedia “meminjamkan” Mas Rofi… sehari bersama Mas Rofi… membuat saya yakin bahwa saya memiliki naluri keibuan… ehm… biasanya teman-teman menjuluki saya Akhwat 1/2… hehe… (sisa 1/2-nya lagi… ga jelas ikhwan apa akhowat… khehe) ternyata anggapan itu salah…saya beneran akhowat… saya bisa menjadi ibu… insyaAllah…

Hari ini saya belajar… belajar bersabar dengan segala tingkah polah anak… belajar memahami keinginan anak… dan yang pasti belajar menghargai kebesaran pengorbanan seorang ibu… hm… jadi inget ibu… ternyata jadi ibu itu… lumayan repot juga ya… makanya buat para ibu… jangan ragu atau malu saat harus menuliskan IBU RUMAH TANGGA sebagai profesi… karena sesungguhnya… menjadi ibu adalah profesi yang membanggakan…

tulisan yang berantakan… maklum ye… sisa-sisa tenaga… capek n nguantuk berat… zzz zzz

Kamis malam, 22 Februari 2007… 23.30
my last energy… :D

Tinggalkan Balasan

day 2 day

Februari 2007
M S S R K J S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

Categories

Blog Stats

  • 4,041 hits

blogroll