Posted by: belikebee on: Juni 16, 2008
Awalnya ketika sedang dalam masa khitbah dan menunggu 2 Juni 2007 tiba, rasanya risih sekali saat harus menyebut nama seorang calon suami… jadi saat saya membahasakannya pada keluarga maupun teman-teman biasanya saya menyebutnya “si Bapak”… kebiasaan saya itu berlanjut sampai kurang lebih selama satu bulan pernikahan… meski kemudian kami sepakat menggantinya dengan sebutan “Abang”… perlu waktu bagi saya untuk membiasakan diri memanggilnya dengan sebutan baru itu…
Tapi… sesekali saya juga memanggilnya dengan sebutan Pangeran Kodok… kebiasaan itu berawal ketika saya mulai berani membuka agenda di ponselnya… saya ingin tau apa yang dia tuliskan untuk memberi tanda pada hari bersejarah bagi kehidupan kami… ternyata dia menuliskan…
Pernikahan Pengeran Kodok dengan…
saya tersenyum… jadi teringat dengan dongeng masa kanak-kanak tentang seorang pangeran tampan yang dikutuk menjadi kodok… yang akan kembali menjadi pangeran jika ada seorang wanita yang menciumnya… saat tiba-tiba terbersit dalam benak saya… “kok pangeran kodok yang ini ga kunjung berubah jadi pangeran… ” senyum saya berkembang menjadi tawa…
“pangeran kodok… kok kodoknya ga berubah jadi pangeran… padahal sudah dicium???” laki-laki dengan spektrum karakter itu menjawab dengan santai… “soalnya yang cium si kodok itu juga bukan puteri… ” gubrax… wakakaka…
walah… kena saya… jadi inget kisahnya shrek…
Agustus 12, 2008 pada 5:58 am
bagus banget bu…lucuuuuu deh… kelucuan yang bermutu…
kira2 setara dgn high quality jomblo..